Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-03-12
Words:
311
Chapters:
1/1
Kudos:
6
Hits:
32

Malam Bunga Wisteria

Summary:

Inilah cara rubah putih mencintai; kepemilikan absolut yang mengindahkan segalanya, bahkan jika harus melawan kehendak surga sekalipun.

Notes:

I love this couple lol. Berharap banget Masuki muncul di masa mendatang TvT

Work Text:

Di bawah pohon wisteria itu mereka saling menemukan. Kedua bibir bertemu dibawah naungan selubung seputih salju, kecupan antara dua insan yang kini telah mengikat satu sama lain dalam sumpah abadi. Jemari mereka saling bertautan, manusia dan rubah, satu kebahagian yang akan membuahkan lebih banyak kebahagiaan untuk mengiringi langkah mereka ke depan.

Perlahan Masuki menjauhkan wajahnya, mengakhiri ciuman mereka. Ekspresi menginginkan lebih pada wajah sang suami membuat Kuzunoha terkekeh geli. Suami. Diri Kuzunoha di masa lalu mungkin tak pernah membayangkan dirinya jatuh cinta dan menetapkan diri pada seseorang, terlebih lagi dengan seorang manusia. Sekalipun begitu, Kuzunoha pun tak bisa membayangkan dirinya tanpa Masuki. Lawakan takdir memang tak dapat ditebak.

Jemari sang rubah putih meraba pipi sang manusia, merasakan kelembutan sekaligus ketidakkekalan pada kulit pucat itu. Kesedihan menyelip perlahan di hati Kuzunoha, bertambah ketika matanya menangkap seberkas cahaya kemerahan dari anting Masuki, kerlip yang seakan hendak mengingatkan Kuzunoha akan kebahagiaan mereka yang terbataskan oleh waktu.

"Kuzunoha?" Kening Masuki berkerut, sekelebat kekhawatiran jelas di kedua matanya. "Ada apa?"

Ingin sekali Kuzunoha membawa Masuki pergi; kembali ke Hutan Shinoda, mungkin, atau ke tempat yang lebih jauh, di mana mereka dapat selalu bersama, jauh dari segala ancaman. Di mana pun itu, selama ia dapat memiliki lelaki berambut putih ini untuk dirinya sendiri.

Inilah cara rubah putih mencintai; kepemilikan absolut yang mengindahkan segalanya, bahkan jika harus melawan kehendak surga sekalipun.

"Aku tidak ingat mengundang rasa khawatir di hari pernikahan kita." Ujung jari telunjuk Kuzunoha menemukan bibir bawah sang suami, sentuhan lembut yang membuyarkan semua rasa khawatir Masuki. "Mari, kita lanjutkan."

Bunga wisteria malam menjadi saksi akan penyatuan kedua insan. Manusia dan yokai, rubah dan onmyoji—spesies tak sama yang kini lebur menyatu berselimutkan selubung putih dan hujan kelopak ungu.

Jika waktu akan memisahkan, maka akan ia pastikan waktu yang mereka miliki tak akan tersiakan. Itulah janji Kuzunoha untuk dirinya sendiri, untuk Masuki, dan untuk anak mereka nanti.